Sabtu malam beberapa member senior BKTC (Bekasi Tiger Club) berkumpul di sebuah kedai kopi di Bekasi Timur, ada pemandangan yang unik, ternyata ada satu keluarga kecil yang masuk dalam club tersebut, ayah, ibu dan seorang anak perempuannya.

Saat istri dan anak perempuannya asik ngobrol dengan komunitas tersebut, sang bapak memilih istirahat di sofa dalam ruang AC tanpa asap roko di kedai kopi Baris, di meja terlihat sebuah cangkir gelas kopi kosong dan sang bapak pun tertidur di sofa.

image

Melihat pemandangan ini, makin mengiyakan apa yang saya sering alami, dan ternyata bukan hanya saya yang mengantuk tidak lama setelah menikmati secangkir kopi hitam, loh koq bisa ?

Kopi yang dikenal mengandung kafein, umumnya dipercaya membuat sulit tidur, dan umumnya kafein dipercaya meningkatkan detak jantung (heart rate) sehingga tubuh dalam kondisi bugar.

Jika kopi sulit dijelaskan bisa membuat tenang dan mengantuk, coklat sejak lama dipercaya bisa membantu seseorang menjadi lebih rileks, dan ternyata di dalam coklat juga terkandung kafein dalam takaran kecil.

Dari analogi coklat tergambar bahwa kopi pun bisa membuat seseorang merasa rileks, hal ini akan terjadi jika kopi yang dinikmati adalah kopi dengan kadar kafein yang rendah, dan untuk hal ini kopi Arabica menjadi pilihan yang tepat karena kadar kafein nya lebih rendah dari kopi Robusta.

Metode pembuatan secangkir kopi nampaknya juga akan berpengaruh, saya lebih memilih menggunakan Vietnam Drip atau V60 untuk menghasilkan kopi dengan rasa yang lebih ringan, karena air panas hanya melewati bubuk kopi sehingga proses ekstraksi hanya berlangsung tidak sampai 1 menit.

image

Kopi membuat rileks memang masih menjadi kontroversi, paling tidak inilah yang saya dan bapak member BKTC rasakan, mengantuk setelah minum secangkir kopi. (dhy)

Advertisements