IMG_4941

Beberapa bulan terakhir begitu banyak jadwal training yang harus saya ikuti, mulai dari training yang sangat teknis sampai akhir-akhir ini training yang sama sekali tak terkait masalah teknis sedikitpun. Meskipun awam, bingung, takjub dan sejenisnya terhadap materi yang saya dapat, hanya satu yang selalu saya lakukan, berusaha menyimak dengan baik, meski mata terasa berat lebih berat dari beban dead lift.

Dua belas tahun bekerja di bidang teknik, empat tahun kuliah di bidang teknik, dan sudah sekitar tujuh belas tahun yang lalu terakhir saya mempelajari pelajaran akuntansi, keuangan, ekonomi dan kawan-kawannya, kini menginjak usia hampir dua puluh tahun saya kembali belajar akuntansi, keuangan, ekonomi dan kawan-kawannya.

Ada seorang trainer setengah dosen bilang “belajar akuntansi itu mudah, yang sulit hanya menterjemahkan istilah-istilah akuntansi dalam bahasa inggris ke bahasa Indonesia”, dalam hati saya bilang “setuju, sepakat dan hampir putus asa”.

Hari demi hari, bulan demi bulan saya bertegur sapa dengan laporan rugi-laba, laporan arus kas, income statement dan kawan-kawannya, bahasa asing se-asing-asing nya berseliweran di kuping saya, ada istilah yang saya (sudah sok) mengerti, ternyata setelah dijelaskan saya keliru, nasib mahasiswa tua yang sok tau.

IMG_4938

Peliknya, ketika dalam kebingungan dan ketidak fahaman terhadap istilah yang didengar, terbersit rasa malu, sungkan, gengsi untuk bertanya, takut dibilang “masa gitu aja ga ngerti”, melahirkan keberanian bertanya ternyata jauh lebih berat dibanding keberanian menjawab pertanyaan. Namun bersyukur, beberapa kali perasaan itu timbul, tak lama dalam keraguan, teman saya yang duduk di belakang saya, sebut saja namanya Dodit, dengan lugas dan tegas bertanya, ia menanyakan hal yang ada dalam keraguan diri saya.

Saya takjub, bukan takjub dengan jawaban yang diberikan sang trainer setengah dosen itu, namun takjub dengan teman saya yang bertanya dengan lepas tanpa rasa keraguan tidak seperti apa yang saya rasakan.

Takjub dengan pertanyaan yang mereka lontarkan, ternyata bisa membuat seluruh peserta training yang merupakan mahasiwa yang sudah tak muda lagi menjadi sedikit lebih pintar dan sedikit lebih mengert terhadap definisi istilah akuntansi dan finance.

Takjubnya lagi ada seorang peserta training yang juga buruh pabrik sama seperti saya, ia selalu bertindak sebagai translator, yang menterjemahkan bahasa lakuntansi dan finance versi langitan ke dalam bahasa pabrik yang lebih membumi bagi kami, dan di akhir penjelasan dari teman saya sebut saja namanya Fauzi, kami sekelas pun mengangguk sambil bergumam “ooooooo… ituuuu maksudnya”.

Bertanyalah, karena dengan bertanya saya dan sekeliling saya akan menjadi pintar, beranilah bertanya karena artinya berani menjadi lebih pintar. (dhy)

Advertisements