image

Pagi ini saya pilih menu sarapan kurma dan air putih, setelah kemarin menunya adalah oatmeal dicampur bubuk kopi untuk perasa.

Berangkat kerja berbekal beberapa butir kurma yang menurut saya cukup banyak karen rencana saya bawa untuk sarapan dan cemilan jam 9 pagi. Tiba di kantor di kawasan MM2100 Cikarang, saat pertama kali masuk pintu pabrik, langsung saja ada seorang operator mesin produksi bertanya “apa itu pak..? Sarapan ya..?’ dan saya jawab ” iya mas, ini kurma” sambil membuka wadah kecil berwarna kuning yang saya bawa dan beliau merespon “subhannalloh”.

Entah kenapa, menu sarapan saya kali ini banyak menarik perhatian dan komentar teman teman di kantor, padahal bukan kali pertama saya membawa menu sarapan yang satu ini, mulai dari komentar Subhannalloh, Wah sarapannya di hitung ya dhy..?

Sampai pertanyaan yang paling Masyhur “Sarapan kurma segitu kenyang Dhy..?

Padahal saat sarapan saya hanya memakan 3-5 butir saja, sisanya untuk cemilan di jam 9 atau 10 pagi karena akan mulai terasa lapar kembali.

Kurma saya yakini sarapan yang sehat karena menjadi makanan kesukaan Rasululloh dan menjadi pilihan utama Rasul ketika sahur dan berbuka puasa.

Secara kesehatan dari beberapa artikel yang saya baca, kandungan nutrisi kurma adalah karbohidrat kompleks, sehingga sangat cocok untuk menu sarapan atau berbuka puasa karena pada waktu tersebut kandungan gula dalam darah sangat menipis, asupan karbohidrat kompleks yang dirubah menjadi hula darah secara bertahap, tidak menyebabkan lonjakan gula dalam darah layaknya karbohidrat sederhana yang terkandung dalam nasi putih, teh manis, roti putih dan menu sarapan khas Indonesia lainnya.

Cukup atau tidak,kenyang atau tidak, enak atau tidak, ini hanya masalah mind set bahi saya, ketika bisa menikmati dan goal nya terdefinisi dengan jelas, maka semua akan terasa nikmat. (dhy)

Advertisements