Di setiap sesi training, seminar, workshop atau kegiatan belajar lain hampir bisa dipastikan ada satu sesi yang selalu dinantikan oleh seluruh peserta yaitu “Coffee Break”.

image

Entah kenapa disebut coffee break, apakah karena biji kopi nya pecah terkena grinder atau pecah dalam arti lain.

Di beberapa literatur masih diperdebatkan kapan tepatnya sejarah coffee break ini bermula, ada yang berpendapat dimulai pada tahun 1800-an ada yang bilang tahun 1901 bersamaan dengan ditemukannya mesin espresso. Ada yang bilang dimulai di kota Stoughton, Wisconsin ada juga yang mengatakan bermula di New York.

Bagi saya sejarah coffee break dimulai saat air sudah mendidih, biji kopi sudah digiling, cangkir sudah berbaris dan tak kalah penting makanan kecil sudah genit menggoda.

Sebenernya tidak ada yang menarik dari segi menu, kopi yang disediakan pun biasanya sudah diseduh dalam ceret besar dengan pemanas listrik, entah berapa gramasi-nya entah bubuk kopi apa yang dimasukan ke dalamnya.

image

Bagi saya hal yang menjadi menarik adalah, karena coffee break hadir di waktu yang tepat, saat otak mulai lelah setelah beberapa jam sebelumnya fokus pada materi seminar yang disajikan.

Selain itu disela seminar atau training coffee break adalah waktu untuk berinteraksi dengan peserta lain, berbagi kartu nama, berbagi cerita dan berbagi update teknologi terkini yang sudah terimplementasi di tempat kerjanya.

Saya selalu teringat pada pesan Mr. D, boss pertama saya, di tahun 2004 saat saya mau ikut seminar, beliau berpesan “kamu kalo ikut seminar jangan ngobrol sama temen sekantor, ngobrol sama peserta dari pabrik lain, supaya nambah ilmu kamu”. (Dhy)

Advertisements