Setelah sekian lama tidak pergi menggunakan angkutan Bis Mayasari Bakti P9BT jurusan Bekasi Timur-Kampung Rambutan, setelah lebih dari 10 tahun tidak melewati jalur Pasar Rebo, Kampung Rambutan, TB Simatupang dan Lenteng Agung, tepat di tanggal 1 Januari 2015 start dari rumah jam 07.30 pagi saya sudah stand by di pengkolan bulak kapal yang nampai sepi, mungkin sebagian besar masih tertidur lelap paska gelegar kembang api di malam pergantian tahun.

image

Setelah hampir 20 menit saya menunggu kedatangan P9BT akhirnya yang dinanti datang juga, dan ketika saya naik sebagian besar bangku bis terlihat kosong. Tak lama berselang pengamen pertama pun mulai berdendang, memecah kesunyian sepinya penumpang.

image

Seperti 10 tahun yang lalu, silih berganti pengamen pun masih terjadi, saat memasuki pintu Tol Bekasi Timur pengamen kedua bernyanyi duet, dengan suara yang lebih merdu dibanding pengamen pertama, vokalis yang juga gitaris berwajah tegas khas wajah sumatra, memainkan gitar yang bertuliskan “Jancuk”.

image

Ternyata gitaris yang memegang gitar bertuliskan Jancuk bukanlah pengamen terakhir dalam perjalanan menuju terminal Kampung Rambutan, performa terakhir sebelum tiba di terminal adalah penampilan seorang bapak setengah baya yang secara skill tarik suara sangat payah dibanding pengamen pertama dan kedua, namun beliau tampil dengan piano tiup sehingga penampilannya menjadi menarik.

Perjalanan di 1 Januari 2016 yang sangat menyenangkan, jalan begitu lancar trayek Bekasi-Kampung Rambutan ditempuh hanya dalam waktu 30 menit saja, suatu hil yang mustahal jika perjalanan dilakukan pada hari kerja. Jika saja setiap saat kondisi perjalanan seperti ini, maka saya yakin orang akan memilih mode transportasi umum dibanding membawa kendaraan pribadi. (Dhy)

Advertisements