Di hari kedua tahun 2016, mas Bening positif akan melangsungkan akad nikah tepat pukul 10 pagi, ini adalah kelanjutan artikel sebelumnya Hadapi Krisis Tukang Pukis Putuskan Segera Menikah.

image

Saat kami datang, tak nampak ada janur kuning melengkung, tak nampak ada pelaminan berhias tak juga nampak tenda pengantin, hanya berdiri sebuah tenda milik pengurus RT setempat berukuran 3×2 meter polos dengan penutup terpal yang terbuat dari spanduk dan banner digital printing dilengkapi beberapa bangku berwarna hitam dengan batang dilapisi chrome.

image

Pernikahan yang tak mewah, namun tekad, kemauan dan optimisme mas Bening yang membuat bulu kuduk merinding setelah tiga hari sebelumnya di grup Whatsapp Metaliqo ada seorang pengusaha kue yang masih galau kapan ia akan menikah, karena sudah dua tahun usaha kue berjalan belum terkumpul tabungan untuk biaya nikah. Diskusi (baca : bully) di grup pun terhenti ketika mas Bening menjawab “saya juga ga punya tabungan, dan sekarang belum ada usaha dan kerjaan tetap, tapi saya tak pernah mengurunkan niat untuk menikah di hari kedua tahun 2016”.

Bagi lelaki keberanian menikah bukan berdasar kesiapan tabungan, bukan kemewahan resepsi, bukan pula ribuan tamu yang akan diundang, tapi keberanian menghadapi masa depan dengan kepala tegak dan penuh optimisme disertai usaha yang nyata mencari rezeki.

image

Teringat perkataan mba Nadiyya yang kini sah sebagai istri mas Bening “,zsaya tidak pernah permasalahkan berapa penghasilan calon suami saya, bagi saya yang penting adalah kemauan dan tekad untuk mencari rizki dari ALLOH”.

Usai sesi foto di dalam ruangan yang tak dilengkapi pelaminan untuk pengantin, saya mengajak pengantin untuk berfoto di luar.

image

Lalu mas Bening keluar rumah dengan menggunakan sendal jepit, lalu spontan saya bilang “mas, jangan pake sendal dong, pake sepatu yang tadi pagi aja biar bagus”. Mas Bening menjawab dengan lugu “Sepatunya udah dibawa sama yang punya mas pulang ke Cirebon, itu tadi pinjam buat akad nikah aja”.

image

Dan hasilnya kami tetap berfoto di depan rumah keluarga mba Nadiyya, dengan senyum tipis mas Bening, dan wajah malu mba Nadiyya. (Dhy)

Advertisements